Satu Tiket Ke Surga

Komentar Dinonaktifkan pada Satu Tiket Ke Surga

Setiap kisah dalam buku ini ditulis dengan unik untuk mengusik dan menggugah pola pikir pembaca, dengan tujuan akhir untuk menunjukkan bagaimana kita dapat meraih surga di dunia dan akhirat sementara identitas Muslim kita tetap utuh terjaga.

Semua orang pasti memerlukan dorongan semangat, perubahan ke arah positif, perbaikan hidup, dan kemudahan praktik-praktik Islami serta bacaan ringan yang mampu membangkitkan kesadaran.Buku ini memiliki semuanya dan tepat untuk Anda!B. Review
“Jiwa siapa pun tentu tergelitik saat membaca buku ini. Saya sangat menyarankan kepada semua untuk menyimpannya sebagai pendamping jiwa Anda kapan saja.”
—Asma Nadia, Penulis Bestseller Catatan Hati Seorang Istri

“Buku ini membawa kesegaran dan, kadang, membuat air mata tertitik ketika cerita bergulir membawa Anda ke suatu tingkat spiritual yang lebih tinggi. Jiwa siapa pun tentu tergelitik saat membaca buku ini. Sungguh pengalaman yang menyejahterakan jiwa!”
—M. Shahril A Saman, MALAYSIA, Dokter Keluarga, University Malaya Medical Centre

“Saya suka sekali kisah-kisah dalam buku ini. Semuanya reflektif, penuh humor, dan menggugah pikiran. Masyaallah, buku ini benar-benar enak dibaca!”
—Asifa, KANADA, Guru Sekolah Islam

“Satu Tiket ke Surga adalah buku yang memiliki hati sendiri, yang menggapai dari setiap halaman untuk melimpahkan cinta kepada setiap pembaca.”
—Heather El Khiyari, AMERIKA SERIKAT, Penyair/Pendiri http://www.MeetMuslimSingles.com

Silahkan Download pada link ini.

Princes (Kisah Tragis Putri Kerajaan Arab saudi)

Komentar Dinonaktifkan pada Princes (Kisah Tragis Putri Kerajaan Arab saudi)

Aku seorang putri dari sebuah negeri yang diperintah oleh seorang Raja. Sebut saja aku, Sultana. Namaku yang sebenarnya tak bisa kukatakan, karena cerita yang akan kusampaikan ini bisa membahayakan diriku dan
keluargaku. Aku seorang putri keluarga Kerajaan Saudi. Sebagai perempuan di negeri yang dikendalikan oleh kaum laki-laki, aku tak bisa bercerita langsung kepada Anda, sehingga aku terpaksa meminta perantara, seorang teman perempuan dari Amerika yang juga penulis, Jean Sasson.

Meski terlahir sebagai orang merdeka, aku sekarang berada dalam belenggu. Memang, belenggu itu tak terlihat, dipasang secara longgar dan tak menarik perhatian hingga aku mulai mengerti bahwa itu mengurungku dalam ranah kehidupan menakutkan yang sempit. Aku tak ingat apa-apa tentang kehidupan masa kecilku hingga aku berusia empat tahun. Mungkin penuh canda tawa dan permainan sebagaimana yang dialami anak kecil, berbahagia tanpa kesadaran bahwa diriku tak memiliki nilai di negeri yang mengunggulkan organ laki-laki.

Untuk mengerti hidupku, Anda harus tahu siapa leluhurku. Sebelum kami, telah ada enam generasi sejak Amir pertama Nadj, negeri badui yang sekarang menjadi bagian dari Kerajaan Arab Saudi. Para pemimpin bani Saud yang pertama-tama adalah orang-orang yang hanya bermimpi menaklukan tanah padang pasir di sekitar mereka, dan melakukan petualangan serangan di malam hari pada suku tetangga. Pada tahun 1891, bani Saud mengalami kekalahan perang dan terpaksa meninggalkan Nadj. Kakekku, Abdul Aziz, saat itu masih kecil. Ia nyaris tidak mampu bertahan dari penderitaan dalam pelarian di padang pasir. Ia ingat betapa malunya ketika ayahnya menyuruh masuk ke dalam sebuah tas besar yang kemudian diletakkan di atas pelana unta. Saudaranya, Nura, juga dimasukkan ke dalam tas untuk digantungkan di sisi pelana unta yang lain. Karena masih kecil, ia tak bisa ikut bertempur menyelamatkan rumahnya; dengan rasa marah ia mengintai dari dalam tas yang terayun-ayun di atas punggung unta. Merasa malu oleh kekalahan keluarganya, itu adalah titik balik dalam kehidupan masa kecilnya, saat ia menatap keindahan kampung halamannya yang menghilang dari pandangan. Download Selengkapnya….

%d blogger menyukai ini: